top of page

SEARCH BY TAGS: 

RECENT POSTS: 

The Power of “Berbisik”

  • Dec 15, 2016
  • 2 min read

Moms, mulai sekarang yuk berhenti untuk teriak dan membentak si kecil.

Pada dasarnya setiap anak terlahir unik tidak pernah ada yang sama dan memiliki tipe dan ciri masing-masing. Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para orang tua dalam mendidik si kecil adalah mengabaikan faktor-faktor penting dalam teknik berkomunikasi sehingga akhirnya seolah si kecil seperti anak nakal yang tidak mau mendengar orang tuanya.

Nah! Faktor teknik komunikasi apa yang sering diabaikan orang tua? Berikut penjelasannya :

  1. Faktor berkomunikasi berhadapan empat mata tanpa masing-masing melakukan aktivitas lainnya, seperti bicara sambil berkomputer ria atau bicara sambil anaknya bermain. Stop semua aktivitas apapun saat kita hendak bicara dengan si kecil.

  2. Faktor membuat kesepakatan bersama, buat aturan yang jelas dengan si kecil jangan lupa beserta konsekuensinya, ya moms.

  3. Faktor menggunakan suara datar serta bahasa yg mudah dimengerti si kecil, tanpa disertai bentakan atau teriakan.

  4. Faktor mengingatkan si kecil dengan menggunakan “Bisikan”.

Untuk lebih jelasnya, berikut contoh teknik penerapannya yang mungkin bisa mommies kembangkan sesuai situasi dan kondisi yg hadapi:


1. Pada saat mommies ingin bicara maka segeralah meminta si kecil untuk berhenti bergerak dengan cara memegang kedua tangannya, kemudian memintanya untuk duduk/berdiri sejenak dan menghadapkan wajah pada kita sehingga perhatiannya terpusat pada kita.

2. Setelah si kecil berhenti bergerak, katakan padanya “perhatikan sebentar, Mami mau bicara 2 menit saja, dengarkan baik-baik ya...” sambil tetap pegang kedua tangannya.

3. Bicaralah pelan-pelan tapi jelas maksudnya, apa yang mommies inginkan bukan apa yg mommies tidak inginkan. Misalnya “mama ingin kamu berhenti bermain remote tv mulai sekarang dan seterusnya” penting untuk mengatakan kapan waktunya dimulai dan hingga kapan.

4. Tanyakan apakah si kecil mengerti apa yang mommies katakan. Pastikan ia mengangguk atau mengatakan ya atau mengerti. Jauh lebih baik jika si kecil mengulang kembali pesan yang disampaikan. Misalnya: “Coba kamu ulangi apa permintaan mami tadi” sambil kita bimbing.. “Mami ingin Ariel berhenti bermain...dst”. Setelah itu jangan lupa untuk puji si kecil dengan mengatakan “Bagus Sekali”.

5. Jelaskan padanya aturan main konsekuensi jika si kecil melanggarnya, misalnya: “Jika kamu mainkan lagi maka kamu tidak boleh menonton film kesukaanmu hari ini,” atau apapun yang menurut mommies layak untuk sepakati.

6. Usahakan jika terjadi pelanggaran pertama mommies tidak teriak tetapi datangi si kecil, lalu pegang tangannya dan gunakan “The Power of Berbisik”. Isi bisikannya bukan berupa ancaman melainkan mengingatkan si kecil mengenai kesepakatan yg sudah kita buat.

Misalnya: “Sssstttt... Ariel sini deh mami bisikin, “Ariel sayang apakah kamu masing ingin nonton film kesukaan mu hari ini?” “Mami ingatkan Ariel agar Ariel nanti malam tetap bisa nonton film lho”.

7. Jika terjadi pelanggaran terus maka tidak perlu banyak bicara, laksanakan tindakan, amankan TVnya atau bagaimana caranya agar si kecil tidak nonton TV malam ini dan pastikan agar si kecil juga mengetahui bahwa mommies adalah orang yg tegas dan konsisten.


Selalu terapkan aturan main yg jelas, membahas dan membuat kesepakatan bersama si kecil, lalu setelah itu hanya tinggal mengingatkannya dengan cara “BERBISIK”. Teknik ini juga sangat ampuh apa bila si kecil berusaha membuat ulah di tempat-tempat umum.

Selamat mencoba berbisik dan berhenti berteriak ya mommies.


Sumber: facebook Ayah Edy Parenting


 
 
 

Comments


© 2016 by Happy Mommy. 

  • 1481270247_social_50
  • 1481270317_social_0
  • 1481270258_social_55
  • 1481270307_social_65
bottom of page